2 Aturan Ini Akan Membantu Anda Menghindari Kesalahan Fatal Dari Investasi Jangka Panjang

Saya menulis postingan baru-baru ini mengenai kesalahan fatal dari filosofi membeli dan mempertahankan invetasi. Yaitu, keberhasilan dari strategi ini membutuhkan sesuatu yang sebagian besar dari para investor tidak bisa mengumpulkannya: komitmen yang teguh untuk “menahan” jangka waktu yang tak terbayangkan lamanya (beberapa decade).

Terlebih lagi, stategi tersebut gagal untuk memasukkan mekanisme keamanan – sesuatu yang menjamin para investor tidak akan akan kehilangan semua uangnya.

Itu berarti investor meninggalkan perangkatnya sendiri saat datang untuk mengelola resiko. Dan sejumlah studi dalam perilaku bidang finansial mengungkapkan fakta yang bermasalah: Investor tidak mengelola resiko dengan baik. Bahkan, diri kita adalah musuh terburuk bagi kita sendiri.

Tetapi ada satu lagi argument yang ingin saya buad untuk mendukung pelestarian modal, yang telah saya sarankan adalah “bagian yang hilang” dari strategi membeli dan mempertahankan.

Anda lihat sendiri, para pendukung strategi membeli dan mempertahankan bercerita sedikit “kebohongan kecil” tentang rekam jejak dari strategi ini. Tetapi ada setan didalam rinciannya, salah satu dari banyak investor gagal saat memperhitungkannya.

Dan “setan” itupun hadir di seluruh kuburan pasar saham….

Pertama, inilah baris pihak untuk strategi membeli dan mempertahankan:

“Sejak tahun 1950, investasi di pasar saham (S&P 500) tidak pernah menghasilkan tingkat pengembalian negatif, saat dipegang selama setidaknya 20 tahun”.

Menetaplah di investasi dalam waktu cukup lama….. dan pasar saham selalu akan naik ke tingkat lebih tinggi, karena itu sudah seharusnya.

Ini menggemakan alasan yang sama dimana sering kita dengar untuk real estate: “Selama waktu horizon yang cukup lama, harga rumah selalu naik”.

Balik ke argument ini adalah harapan dimana harga rumah tidak akan menuju ke angka 0. Dan juga, S&P 500 tidak akan pernah menuju ke angka 0.

Ok, jadi disinilah letak titik permasalahan dengan argument ini….

Hal ini berkaitan dengan pasar secara keseluruhan, bukan masing-masing perusahaan didalamnya.

Memang benar bahwa Case-Shiller Home Price Index (yang merupakan harga perumaham nasional) memiliki bias kenaikan janga panjang. Dan hal tersebut, yang paling terpenting, mungkin tidak akan pernah menuju ke angka 0.

Tetapi itu tidak berarti bahwa di setiap rumah individu, di setiap kota, tidak bisa menuju ke angka 0. Pada kenyataannya, banyak yang seperti itu.

Coba lihat Detroit, Michigan – dimana seluruh blok tiap rumah tidak bisa dijual, bahkan untuk harga serendah US$ 500 (praktis “nol”, dalam buku saya).

Sayangnya, pemahaman yang sama berlaku untuk pasar saham yang berisi ribuan perusahaan individual.

Namun, banyak dari perusahaan-perusahaan tersebut memang menuju ke angka 0.

Saat ini, saya yakin bahwa S&P 500 secara keseluruhan tidak akan menuju ke angka 0.

Tetapi S&P 500 – yang banyak mempertimbangkan “pasar saham” – terdiri dari 500 perusahaan individu, yang dimana bisa, dan lakukan, untuk ditendang keluar.

Lebih buruknya lagi, beberapa perusahaan mendapatkan penghapusan – yang berarti mereka tidak diperbolehkan untuk berdagang di bursa AS, seperti New York Stock Exchange atau NASDAQ.

Selama bertahun-tahun, puluhan ribu saham individu telah mengalami nasib ini.

Didalam pikiranmu, saham-saham tersebut belum resmi menuju ke angka 0, tetapi mereka mungkin juga harus seperti itu. Institusi investor, lembaga kredit dan retail investor tidak akan menyentung mereka dengan tiang 10-kaki.

Tetapi beberapa saham menuju ke angka 0. Saat itu terjadi dan perusahaan bangkrut serta benar-benar keluar dari bisnisnya, mereka meninggalkan investor dengan saham yang tak layak seperti kertas yang mereka cetak.

Jadi tolong…. Biarkan hal ini tenggelam ke dasar…. Saham individu menuju ke angka 0.

Seperti yang saya lihat, ini adalah kenyataan pahit bahwa strategi membeli dan menahan benar-benar gagal untuk menunjukkan buktinya.

Dan itu justru sebuah resiko bahwa strategi pelestarian modal bekerja untuk menguranginya.

Ingat kembali minggu terakhir, saat saya membagikan satu strategi pelestarian modal sederhana:

Aturan #1: Membeli dan menahan, tetapi hanya jika pasar saham rata-rata diatas 200/hari.

Aturan #2: Menjual saham (pindah ke uang tunai), jika pasar saham rata-rata dibawah 200/hari.

Terapkan strategi ini ke dalam saham individu, juga merupakan strategi pelestarian modal yang sangat mudah. Saya akan memberikan beberapa contoh terbaru untuk menampilkan hal ini dalam aksi…

Pada tanggal 29 September 2015, retailer pakaian Aeropostale mengumumkan saat ini beresiko dihapuskan (ditendang keluar dari Bursa Efek New York), karena harga sahamnya berada di bawah US$ 1.

Saat ini mereka hanya memperdagangkan 57 sen… meskipun pada akhir tahun 2013, omsetnya bernilai lebih dari US$ 17.

Tetapi siapapun yang akan mengikuti aturan pelestarian modal sederhana diatas harus menjual sahamnya pada tanggal 9 Agustus 2013, saat saham diperdagangkan untuk US$ 13,50 – dibawah pergerakan rata-rata 200/hari.

Jika mereka mempunyainya, mereka akan menghindari kehilangan 95,7% dari modal saham yang telah mereka derita.

Satu lagi……

ZaZa Energy Corporation, sebuah perusahaan eksplorasi dan produksi minyak.

Satu perusahaan ini benar-benar dihapus – pada tanggal 2 Oktober menjadi kenyataan.

Seperti yang ditunjukkan pada daftar, saham saat ini diperdagangkan “over the counter (OTC)” – dimana hanya investor berani (atau terbodoh) yang akan menyentuhnya.

Sedangkan saham akan menuju 23 sen hari ini, mereka dihargai US$ 37 pada bulan Juli 2012 saat strategi pelestarian modal sederhana kami menyarankan untuk menjual saham.

Disini, kerugian modal 99,4% benar-benar bisa dihindari.

Ini hanya 2 conoh, tetapi ada ribuan saham yang seperti mereka. Dan sebagian besar investor yang bekerja untuk membangun jangka panjang “membeli dan menahan” portofolio gagal hanya untuk memperhitungkannya.

Dan cobalah berpikir, yang harus anda lakukan adalah untuk menghindarinya dan mengikuti 2 aturan yang sederhana.